Sabtu, 05 November 2016

BAB 1 Ruang Lingkup Bisnis

RUANG LINGKUP BISNIS

I.                   Pengertian Bisnis

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Menurut Mahmud Machfoedz bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang atau menjual jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu.

II.               Jenis-jenis Bisnis

1.      Monopsoni
Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh. Contohnya : hanya ada satu perusahaan yang menangani kereta api di Indonesia yaitu, PT.KAI.
2.      Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual)
Monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis". Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap.
3.      Oligopoli
Oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
4.      Oligopsoni
Oligopsoni  adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.

III.            Tujuan Kebijakan Bisnis

·         melindungi usaha kecil dan menengah, kebijakn bisnis dibuat untuk melindungi usaha keil dan menengah.
·         melindungi lingkungan hidup sekitarnya, melakukan bisnis atau usaha dinegara kita ini memiliki aturan, dan itu diharuskan.
·         melindungi konsumen, bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen.
·         pendapatan pemerintah bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah inilah yang sering kita sebut devisa.

IV.             Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar


Sistem perekonomian adalah sistem yang di gunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.

1.      Perekonomian terencana
Perekonomian terencana ada 2 yaitu komunisme dan sosialisme
a)         sistem perekonomian komunisme adalah sistem perekonomian dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian.
b)       sistem perekonomian sosialisme adalah suatu sistem perekonomian  yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepeda setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.

2.      Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalis dan liberalisme untuk menciptakan suatu lingkungan dimana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli brang yang mereka inginkan
a)      Sistem perekonomian kapitalis
            Sistem perekonomian kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian.
b)     Sistem perekonomian liberalis adalah suatu filosofi ekonomi dan politik.

V.                Kesempatan Bisnis/Usaha


Dalam dunia bisnis, setiap peliang dan kesempatan yang bias di manfaatkan dengan baik akan menghasilkan sebuah keuntungan. Tidak hanya dari segi financial namun juga dari konektivitas yang terjalin dengan rekan bisnis. Namun untuk menciptakan peluang bisnis dibutuhkan keinginan yang kuat, serta kreativitas yang tinggi untuk kelangsungan bisnis yang akan digeluti.

VI.             Unsur-Unsur Penting Dalam Aktifitas Ekonomi

·         Keinginan Manusia
Keinginan Manusia merupakan unsur terpenting dalam aktivitas ekonomi karena manusia memiliki keinginan yang membuat mereka dapat berpikir keras untuk memenuhi keinginannya tersebut. Seperti keinginan untuk berhasil di bidang bisnis. Manusia akan mencari cara agar pruduk yang mereka ciptakan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
·         Sumber Daya
Sumber daya merupakan hal terpenting ke dua dalam aktivitas ekonomi. Karena sumber daya juga merupakan kunci dalam memperoleh kesuksesan dalam bidang ekonomi. Contohnya saja seorang yang ingin memulai usaha warnet namun, ia tidak mengerti tentang jaringan internet atau-pun komputer itu sendiri. Maka itu bias menyebabkan ketidak nyamanan para pelanggannya ketika terjadi gangguan. Maka seharusnya pemilik harus memiliki sumber daya manusia yang cukup.
·         Cara-cara berproduksi ( Tehniques Of Production)
Cara pembuatan barang pada umumnya berada di luar bidang ekonomi, tetapi persoalan barang-barang dan atau jasa-jasa apa yang harus di produksi, berapa banyak barang atau jasa yang harus diproduksi dan cara-cara mana yang di gunakan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut sehingga mencapai pembiayaan yang minimal dan hal tersebut adalah termasuk bidang ekonomi dan merupakan pesoalan-persoalan yang harus diperhatikan oleh ahli-ahli ekonomi.

VII.         Hakikat Bisnis


Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia ( produk atau jasa ) yang bermanfaat bagi masyarakat. Businessman (Seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayani secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa Inggris yaitu “business” , dari kata dasar “busy” yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

VIII.      Mengapa Belajar Bisnis

·         Alasan pertama pentingnya belajar bisnis adalah mensejahterakan orang disekitar Anda. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, memulai bisnis berarti membukan lapangan kerja baru yang berdampak pada orang-orang disekitar Anda. Negara yang maju adalah negara yang sebagian warga telah sadar untuk berbisnis.
·         Alasan kedua adalah bisnis menjadikan Anda seorang bos bukan pegawai. Dari 5 alasan pentingnya belajar bisnis, alasan kedua adalah alasan yang banyak digunakan oleh seorang pelaku bisnis. Sekeras apapun Anda bekerja pada suatu perusahaan, Anda hanya akan menjadi seorang karyawan. Tetapi sekecil apapun modal Anda dalam memulai bisnis, Anda tetap akan menjadi seorang bos.
·         Alasan ketiga adalah bisnis mengajarkan Anda tentang kerja keras. Pada saat memulai bisnis, tentunya Anda harus bisa memanfaatkan segala peluang yang ada. Bekerja keras dan pantang menyerah adalah kunci dari kesuksesan seorang usahawan.
·         Alasan keempat adalah bisnis tidak membutuhkan ijazah dan nilai rapor. Yang paling penting dari berbisnis adalah sebuah pengalaman dan pantang menyerah. Sekalipun Anda tidak pernah duduk di bangku sekolahan, Anda bisa menjadi seorang usahawan yang sukses berkat keuletan dan pengalaman Anda.
·         Alasan terakhir adalah bisnis menghasilan uang lebih banyak daripada mereka yang bekerja sebagai pekerja biasa. Dengan memahami 5 alasan pentingnya belajar bisnis diatas, semoga dapat membuka mata Anda dalam memahami pentingnya berbisnis.





Sumber:
http://diannovitasarikandow.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-bisnis-dan-jenisnya.html
https://eriksefelsamosir.wordpress.com/tag/tujuan-kebijakan-bisnis/
Dimas story. HTTP/d1maz.blogspot.com
http://erdiawanprasetyo.ngeblogs.info/
http://oiechaveli.com/5-alasan-pentingnya-belajar-bisnis-bagi-setiap-orang/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar