Disusun
Oleh :
Kelompok 5
1. Maria Claudia Putri (24216256)
2. Pinondang Cynthia M.G (25216760)
3. Restiyani Darajat (26216217)
4. Theresia Eka Putri (27216362)
5. Wahyuni Sri Lestari S (27216599)
KELAS 1EB18
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN
AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
Disusun
Oleh :
Kelompok 5
1. Maria Claudia Putri (24216256)
2. Pinondang Cynthia M.G (25216760)
3. Restiyani Darajat (26216217)
4. Theresia Eka Putri (27216362)
5. Wahyuni Sri Lestari S (27216599)
KELAS 1EB18
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN
AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
Sistem Ekonomi Indonesia
A. Pengertian
Sistem
Sistem
adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk
mencapai tujuan tertentu. Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi
sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli.
Berikut
pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
· Jogianto
(2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan
suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan
orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
·
Indrajit
(2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari
komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
· Lani
Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling
berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
· Murdick,
R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk
kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu
tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang
pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi
dan/atau barang.
· Davis,
G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang
beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
B.
Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
Ø Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah suatu cara untuk
mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang
dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka
mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.
Menurut Gilarso (1992:486) sistem
ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat
(para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan
ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga
menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
Sedangan McEachern berpendapat bahwa
sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi
untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa
diproduksi (what, how, dan for whom).
Ø
Macam-Macam Sistem Ekonomi
Ada berbagai macam sistem ekonomi di dunia ini yang saling
berbeda satu sama lain. Timbulnya berbagai macam sistem ekonomi yang berbeda
tersebut dalam suatu negara disebabkan oleh beberapa faktor.
Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
·
Ada tidaknya campur tangan
pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
·
Sistem pemerintahan yang dianut
suatu negara.
·
Kepemilikan negara terhadap
faktor-faktor produksi.
·
Sumber daya yang ada dalam suatu
negara, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki.
Dari keempat faktor tersebut, timbul lah berbagai
macam sistem ekonomi, diantaranya:
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi
di mana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi
masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya.
o
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional
:
·
Belum adanya pembagian kerja yang
jelas.
·
Ketergantungan pada sektor
pertanian/agraris.
·
Ikatan tradisi bersifat
kekeluargaan sehingga kurang dinamis.
·
Teknologi produksi sederhana.
o
Kebaikan Sistem Ekonomi Tradisonal
- Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
o
Keburukan Sistem Ekonomi
Tradisional :
· Pola pikir masyarakat secara umum
yang masih statis.
· Hasil produksi terbatas sebab hanya
menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.
2. Sistem Ekonomi Terpusat/Komando
(Sosialis)
Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana
pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan
kegiatan ekonomi. Dominasi dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap
kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut
sistem ini antara lain : Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara
Uni Soviet).
o
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Terpusat :
- Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan pemerintah dengan peraturan negara.
- Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
- Alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
o
Kebaikan Sistem Ekonomi Terpusat :
· Pemerintah lebih mudah dalam
mengadakan pengawasan dan pengendalian.
· Pemerintah bertanggung jawab
sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
· Kemakmuran masyarakat merata.
· Perencanaan pembangunan lebih cepat
direalisasikan.
o
Keburukan Sistem Ekonomi Terpusat :
· Adanya pemasungan daya kreasi
masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh
pemerintah.
· Adanya pasar gelap yang diakibatkan
adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
· Anggota masyarakat tidak dijamin
untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang
dikehendaki.
· Pemerintah bersifat paternalistis,
artinya apa yang telah diatur/ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus
dipatuhi.
3. Sistem Ekonomi Liberal
(Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi
yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk
melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi
di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi
dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal
adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan
Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
o
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal :
· Diakuinya kebebasan pihak
swasta/masyarakat untuk melakukan tindakantindakan ekonomi.
· Diakuinya kebebasan memiliki barang
modal (barang kapital).
· Dalam melakukan tindakan ekonomi
dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.
o
Kebaikan Sistem Ekonomi Liberal :
· Adanya persaingan sehingga
mendorong kemajuan usaha.
· Campur tangan pemerintah dalam
bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak
swasta.
· Produksi didasarkan pada permintaan
pasar atau kebutuhan masyarakat.
· Pengakuan hak milik oleh negara
mendorong semangat usaha masyarakat.
o
Keburukan Sistem Ekonomi Liberal :
· Adanya praktik persaingan tidak
sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
· Persaingan tidak sehat dapat
menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
· Timbulnya praktik yang tidak jujur
yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan
umum dikesampingkan.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi di
mana di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk
berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi disisi lain pemerintah ikut
campur tangan dalam perekonomian yang bertujuan menghindari penguasaan secara
penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi.
o
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran :
· Adanya pembatasan pihak swasta oleh
negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
negara.
· Mekanisme kegiatan ekonomi yang
terjadi di pasar adalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan
ekonomi.
· Hak milik perorangan diakui tetapi
penggunaannya tidak boleh merugikan kepentingan umum.
o
Kebaikan Sistem Ekonomi Campuran :
· Sektor ekonomi yang dikuasai oleh
pemerintah lebih bertujuan untuk kepentingan masayarakat.
·
Hak individu/swasta diakui dengan
jelas.
·
Harga lebih mudah untuk
dikendalikan.
o
Keburukan Sistem Ekonomi Campuran :
· Peranan pemerintah lebih berat
dibandingkan dengan swasta.
· Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan
nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih
menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannya.
5.
Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi yang dianut negara Indonesia adalah
sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata
ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang di dalamnya terkandung makna
demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha
bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotong royongan dari, oleh, dan untuk
rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
o
Ciri pokok sistem ekonomi Pancasila
:
·
UUD 1945 Pasal 33 Setelah Amandemen
2002
- Perekonomian disusun sebagai usaha
bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
- Cabang-cabang produksi yang penting
bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
- Bumi dan air dan kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besar kemakmuran rakyat.
- Perekonomian nasional
diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan,
efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta
dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
-
Ketentuan lebih lanjut mengenai
pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
·
GBHN Bab III B No. 14
Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada demokrasi
ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan
pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan
dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat
bagi perkembangan dunia usaha; sebaliknya dunia usaha
perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan
iklim tersebut dengan kegiatan yang nyata.
Ø
Fungsi Sistem Ekonomi
Dari berbagi sistem ekonomi yang ada di dunia ini
mempunyai fungsi dalam perekonomian, di antaranya adalah sebagai berikut :
1.
Menyediakan perangsang untuk
berproduksi.
2.
Menyediakan cara/metode untuk
mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
3.
Menyediakan mekanisme tertentu agar
pembagian hasil produksi di antara anggota masyarakat dapat terlaksana
sebagaimana mestinya.
Ø
Kriteria Sistem Ekonomi
Setiap negara pasti mendambakan pertumbuhan ekonomi
yang baik dan stabil. Agar cita-cita tersebut dapat terwujud terdapat
kriteria-kriteria yang dimiliki apabila suatu sistem ekonomi dapat dikatakan
relatif baik adalah sebagai berikut :
1.
Apakah sistem ekonomi yang
bersangkutan memberikan kemungkinan untuk mencapai standar kehidupan yang
tinggi?
2.
Apakah memungkinkan bagi suatu
pertumbuhan ekonomi yang stabil?
3.
Apakah sistem ekonomi tersebut
menghormati kebebasan ekonomi para individu secara wajar?
4.
Apakah sistem perekonomian tersebut
memberikan kepastian ekonomi bagi seluruh anggota masyarakat?
5.
Apakah sistem ekonomi tersebut
menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa yang sesuai dengan kebutuhan para
konsumen?
6.
Apakah sistem ekonomi tersebut
menunjukan adanya pembagian pendapatan yang memadai?
Sistem Politik
menghasilkan output, berupa keputusan atau kebijakan yang mengikat. Sistem
politik memiliki 4 variabel yang sangat berperan dalam memberikan pengaruh pada
sistem politik. Variabel sistem politik adalah sebagai berikut.
1. Kekuasaan, sebagai cara dalam
mencapai keinginannya seperti membagi sumber-sumber di antara setiap kelompok
dalam masyarakat.
2. Kepentingan, yaitu tujuan-tujuan
yang dikejar oleh pelaku-pelaku atau kelompok dalam politik.
3. Kebijakan, adalah hasil dari
interaksi antara kekuasaan dan kepentingan, yang biasanya dalam bentuk
perundang-undangan.
4.
Budaya politik, adalah orientasi
dari subjektif individu dalam sistem politik.
Ciri-Ciri Umum Sistem
Politik - Menurut Almond, sistem politik, baik itu sistem politik yang sifatnya
modern dan primitif memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Ø Semua struktur politik memiliki spesialisasi, baik pada masyarakat
primitif maupun modern dalam melaksanakan banyak fungsi.
Ø Semua sistem politik yang sederhana sekalipun dengan memiliki
kebudayaan politik. Masyarakat yang sederhana pun mempunyai tipe struktur
politik yang terdapat dalam masyarakat.
Ø Semua sistem politik menjalankan fungsi yang sama, namun memiliki
perbedaan pada tingkatan yang berbeda-beda, yang ditimbulkan karena perbedaan
struktur.
C. Kapitalisme dan Sosialisme
Kapitalisme
Adapun kapitalisme merupakan cara
produksi, secara luas dapat dijelaskan bahwa kapitalisme sebagai: ”Suatu cara
perekonomian yang berhubungan dengan produksi-produksi apa saja yang dapat
diselenggarakan dalam suatu perusahaan”[6][6]. Atau stelsel pergaulan hidup
yang timbul dari cara produksi yang memisahkan kaum buruh dari alat-alat
produksi.[7][7] Kapitalisme juga merupakan sistem ekonomi yang filsafat sosial
dan politiknya didasarkan kepada asas perkembangan hak milik pribadi dan
pemeliharaannya serta perluasaan paham kebebasan. Tetapi siistem ini telah
melahirkan banyak malapetaka didunia, akan tetapi ia terus melakukan
tekanan-tekanannya dan campur tangan politis, sosial, dan kultur terhadap
bangsa-bangsa didunia.[8][8]
Kapitalisme
atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa
melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip
tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna
keuntungan bersama. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki
definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan
kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16
hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di
mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan
tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi,
terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari
barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para
kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai
operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.
- Sejarah
Kapitalisme memiliki sejarah yang
panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak
swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal
kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu
pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme
dengan sosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak
daripada dua atau tiga abad yang lalu. Kapitalisme adalah salah satu pola
pandang manusia dalam segala kegiatan ekonominya. Perkembangannya tidak selalu
bergerak ke arah positif seperti yang dibayangkan banyak orang, tetapi naik
turun. Kritik keberadaan kapitalis sebagai suatu bentuk penindasan terhadap
masyarakat kelas bawah adalah salah satu faktor yang menyebabkan aliran ini
banyak dikritik. Akan tetapi, bukan hanya kritik saja yang mengancam
kapitalisme, melainkan juga ideologi lain yang ingin melenyapkannya, seperti
komunisme.
- Sistem Ekonomi Kapitalis
Adam Smith adalah tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang
merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Ia
menyerang para psiokrat yang menganggap tanah adalah sesuatu yang paling
penting dalam pola produksi. Gerakan produksi haruslah bergerak sesuai konsep
MCM (Modal-Comodity-Money, modal-komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang
tidak akan berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan
berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah
kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar
harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah.
Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan
oleh rakyatnya.[9][9]
Ide-ide Karl Marx sangatlah
penting. Dia sama sekali tidak menganggap kepemilikan alat-alat produksi oleh
individu swasta merupakan masalah utama kapitalisme. Yang ia tolak adalah
sebuah situasi dimana alat produksi dikontrol oleh minoritas dalam berbagai
bentuk untuk mengeksploitasi mayoritas. Eksploitasi semacam ini mengambil
bentuk dalam hubungan sosial di tempat kerja. Yakni para pekerja yang tidak
memiliki perangkat produksi, dan tidak memiliki komoditi untuk dijual sehingga
mereka harus menjual tenaga kerjanya untuk gaji (wage labour system). Ini
berarti mereka tidak memiliki kontrol dari hasil kerjanya. Dalam sebuah sistem
ekonomi seperti ini, tidak ada kemungkinan untuk merencanakan perekonomian demi
kepentingan masyarakat luas. Justru sebaliknya, setiap kapitalis akan didorong
oleh kompetisi untuk membangun usaha dengan mengorbankan orang lain. Seperti
yang dikatakan Marx, 'Akumulasi! Akumulasi! itu adalah nabi-nabi baginya'. Ini
berarti yang kuat memakan yang lemah, dan sistemnya akan turun secara drastis
sampai mengalami krisis ekonomi.
Marx,
menyebut kondisi seperti ini keterasingan (atau alienasi) pekerja, dan salah
satu slogannya yang sangat terkenal adalah 'penghapusan sistem wage
labour".Di dunia moderen, modal memiliki bentuk yang bermacam-macam. Di
mancanegara terjadi swastanisasi perusahaan-perusahan milik negara.
Negara-negara lain seperti Swedia atau Italia masih memiliki sektor negara yang
besar, sedangkan di Cina dan Kuba perencanaan ekonominya masih dilakukan secara
terpusat. Tetapi di semua negara itu analisa fundamental Marx masih sangat
relevan. Alat-alat produksi masih dikontrol oleh minoritas meskipun
komposisinya sangat bermacam-macam dari para pengusaha individu melalui sektor
swasta dan birokrat yang bekerja di sektor publik.
SOSIALISME
Istilah
sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan
ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai
digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan
pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis,
istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang
dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle.
Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang
berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah
ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19
hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan
masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani
masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.
- Sejarah
Sosialisme yang kita kenal sekarang ini timbul sebagian besar sebagai
reaksi terhadap liberalisme abad ke 19. Pendukung liberalisme abad ke 19 adalah
kelas menengah yang memiliki industri, perdagangan dan pengaruh mereka di
pemerintahan besar akibatnya kaum buruh terlantar. Kaum Borjuis dengan semakin
baiknya alat produksi, sempurnanya alat-alat komunikasi, menarik semua bangsa
bahkan yang paling biadab sekalipun keperadaban dunia.[10][10]
Sosialisme Utopis atau Sosialisme Utopia adalah sebuah istilah untuk
mendefinisikan awal mula pemikiran sosialisme modern. Para sosialis utopis tidak
pernah benar-benar menggunakan ini untuk menyebut diri mereka; istilah
"Sosialisme Utopis" awalnya diperkenalkan oleh Karl Marx dan kemudian
digunakan oleh pemikir-pemikir sosialis setelahnya, untuk menggambarkan awal
kaum sosialis intelektual yang menciptakan hipotetis masa datang dari penganut
paham egalitarian dan masyarakat komunal tanpa semata-mata memperhatikan diri
mereka sendiri dengan suatu cara dimana komunitas masyarakat seperti itu bisa
diciptakan atau diperjuangkan.
Karena Sosialisme utopis ini lebih merupakan sebuah kategori yang luas
dibanding sebuah gerakan politik yang spesifik, maka sebenarnya sulit untuk
mendefinisikan secara tepat istilah ini. Merujuk kepada beberapa definisi,
desinisi sosialisme utopis ini sebaiknya melihat para penulis yang menerbitkan
tulisan-tulisan mereka pada masa antara Revolusi Perancis dan pertengahan
1930-an. Definisi lain mengatakan awal mula sosialisme utopis jauh lebih ke
masa lalu, dengan mengambil contoh bahwa figur Yesus adalah salah satu diantara
penganut sosialisme utopis.
Istilah "sosialisme ilmiah" kadang digunakan oleh para
penganut paham Marxisme untuk menguraikan versi sosialisme mereka, terutama
untuk tujuan membedakannya dari Sosialisme Utopis dimana telah terdeskripsi dan
idealistis (dalam beberapa hal mewakili suatu yang ideal) dan bukan ilmiah,
yaitu, yang dibangun melalui pemikiran dan berdasarkan pada ilmu-ilmu sosial.
- Sosualisme dan Demokrasi
Demokrasi dan sosialilsme merupakan dua ideologi yang sekarang nampak
dianut di berbagai Negara yang bukan Fasis dan bukan Komunis. Dalam keadaan
sekarang tidak mudah merumuskan pengertian demokrasi . Berbagai macam demokrasi
telah berkembang menjadi berbagaai bentuk masyarakat. Demokrasi Inggris modern
atau demokrasi Swedia lebih dekat dalam beberapa hal pada sosialisme Negara di
Soviet Rusia dibandingkan dengan sistim ekonomi Amerika Serikat . Akan tetapi
dalam soal-soal perorangan dan kemerdekaan politik hal sebaliknya yang berlaku
. Berbeda lagi yang ada di Amerika Serikat mungkin dapat disebut “demokrasi
kapitalis”. Disebut demikian karena yang tampak hanya demokrasi politik, tetapi
tidak cukup ada apa yang dinamakan demokrasi ekonomi dengan tetap adanya
freefight ekonomi yang memungkinkan beberapa gelintir orang menjadi kapitalis
yang amat kaya .
Demokrasi ekonomi dan disamping itu demokrasi sosial dapat diketemukan
dalam idiologi sosialisme, yang pada prinsipnya menjurus kepada suatu keadilan
sosial dengan semboyan : kepada seorang harus diberikan sejumlah yang sesuai
dengan nilai pekerjaanya. Akan tetapi untuk mencapai itu, pemerintah sering
harus campur tangan dengan membatasi keluasaan gerak-gerik para warganegara.
Sampai di mana ini berlaku, tergantung dari keadaan setempat di tiap-tiap
Negara ( Wiryono P., 1981: 137) .
- Unsur-unsur Pemikiran dan Politik Sosialisme
Sosialisme, seperti gerakan-gerakan dan gagasan liberal lainnya, hal
ini mungkin karena kaum liberal tidak dapat menyepakati seperangkat keyakinan
dan doktrin tertentu. Apalagi sosialisme telah berkembang di berbagai Negara
dengan tradisi nasionalnya sendiri dan tidak pernah ada otoritas pusat yang
menentukan garis kebijakan partai sosialis yang bersifat mengikat, namun
garis-garis besar pemikiran dan kebijakan sosialis dapat disimak dari
tulisan-tulisan ahli sosialis dan kebijakan partai sosialis. Apa yang muncul
dari pemikiran dan kebijakan itu bukanlah merupakan sesuatu konsisten. Kekuatan
dan kelemahan utama sosialisme terletak dalam kenyataan bahwa system itu tidak
memiliki doktrin yang pasti dan berkembang karena sumber-sumber yang saling
bertentangan dalam masyarakat yang merupakan wadah perkembangan sosialisme.
Unsur-unsur pemikiran dan politik sosialis yang rumit dan saling
bertentangan dengan jelas tergambar dalam gerakan sosialis Inggris. Unsur-unsur
yang ada dalam gerakan sosialis Inggris adalah: (1). Agama, (2) Idealisme Etis
dan Estetis, (3) Empirisme Fabian, (4) Liberalisme (Willian
Ebenstein,1985:188).
D. Persaingan terkendali
Untuk
mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis
kandungan faktor-faktor tersebut diatas. Sistem ekonomi Indonesia (sistem
persaingan terkendali);
· Bukan kapitalis dan bukan
sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi,
kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
negara sesuai dengan UUD 45.
· Pengakuan terhadap kompetisi antar
individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari
keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan,
persaingan, dan membuka prioritas usaha.
· Pengakuan terhadap penerimaan
imbalan oleh individu atas prestasi
kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja
minimum dan hukum perburuhan.
· Pengelolaan ekonomi tidak
sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian
melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan
kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.
Kadar Kapitalisme dan Sosialisme
Unsur
kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat
dilihat dari sudut berikut ini:
a. Pendekatan faktual struktural
yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian. Pendekatan untuk mengukur
kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.
Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat
peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi
yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah. Pengukuran
kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral
terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir
mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.
b. Pendekatan sejarah yakni
menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu. Berdasarkan
sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada
kapitalisme atau sosialisme. Percobaan
untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet
menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959. Percobaan untuk mengikuti sistem sosialis yang
dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun
1965.
CONTOH KASUS:
BI Beri Kabar Baik
terkait Ekonomi Indonesia
Rabu, 22 Februari 2017
− 17:16 WIB
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan, ada kabar baik bahwa perekonomian
Indonesia tahun ini akan lebih baik. Di mana, stabilitas makroekonomi dan
moneter tetap dipertahankan dan terus pada pijakan yang kuat, meskipun ada
ketidakpastian global.
Pertumbuhan ekonomi 2016 ada di level 5,02% dengan tingkat pertumbuhan
rata-rata 5,5% dalam lima tahun terakhir. Sementara, neraca pembayaran
Indonesia (NPI) pada 2016 mencatat surplus yang relatif besar dari USD12,1
miliar dengan defisit transaksi berjalan masih di tingkat sehat pada 1,8% dari
PDB.
"Kinerja ini bangkitkan semangat ekonomi Indonesia yang juga dapat dilacak
oleh tren penguatan rupiah. Di belakang sentimen positif pada prospek ekonomi
domestik yang sejalan dengan kondisi ekonomi makro yang stabil dan keberhasilan
program Amnesti Pajak," ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta,
Rabu (22/2/2017).
Hal ini, kata dia, membawa posisi aset cadangan devisa Indonesia pada akhir
2016 sebesar USD116 4 miliar, setara dengan impor 8,8 bulan atau 8,4 bulan ekspor
dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Capaian tersebut jauh di atas
standar internasional dalam tiga bulan.
Sementara, inflasi untuk keseluruhan 2016 dipertahankan dalam koridor target
dan pada tingkat rendah yaitu 3,02% (yoy). Bahkan, tingkat ini menandai inflasi
terendah dalam lima tahun terakhir.
"Inflasi yang rendah dicapai dari inflasi inti yang berhasil tetap berada
di bawah, harga dikendalikan, dan administered inflasi sangat minim, meskipun
kenaikan inflasi dari volatile food," tutur dia.
Sumber:
SUMBER :
·
http://jagatsisteminformasi.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-dan-definisi-sistem.html
·
http://www.zonasiswa.com/2014/07/sistem-ekonomi-pengertian-macam-fungsi.html
·
http://www.artikelsiana.com/2015/03/pengertian-sistem-politik-ciri-ciri-sistem-politik.html
·
http://arfen-media.blogspot.co.id/2012/10/liberalisme-kapitalisme-dan-sosialisme.html
·
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1-sistem_perekonomian_indonesia.pdf

